Penulis: Novia Vina Maran (AM 26036), Editor: Salwaa Azzahra (AM 26008)
Pada Selasa, 25 Juli 2023, AMP melaksanakan kegiatan eksternal tanggap bencana atas undangan dari Pemprov Jabar bersama Yayasan Project Hope di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi mengenai ancaman gempa bumi Sesar Lembang dan dilanjutkan sesi diskusi (FGD) dengan pembagian kelompok per kabupaten/kota. Kegiatan delegeasi eksternal ini diikuti oleh panitia dari Yayasan Project Hope dan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Kesdam III/Siliwangi, Pusdokkes Polri, IKA FK Unpad, lebih dari seratus orang tenaga kesehatan yang berasal dari 4 kabupaten/kota (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat) yang terdiri dari rumah sakit, dinas kesehatan, BPBD, organisasi profesi kesehatan beserta relawan kesehatan, dan 4 orang tim delegasi dari AMP.
Pada sesi pertama, 08.00 – 12.00 WIB, acara dibuka oleh dua orang moderator dari panitia yang salah satunya merupakan anggota AMP yakni Kang Wimpie (AMP 1498001 SB). Tim AMP beserta peserta lainnya mendapatkan pemaparan materi dari para narasumber berupa pengenalan terhadap gempa bumi hingga magnitudo dan dampak yang timbul, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Sesar Lembang hingga perkiraan bencana yang akan ditimbulkan jika terjadi gempa bumi pada area tersebut. Selain itu, cukup banyak peserta pelatihan yang mengalami kram otot. Setelah pemaparan materi oleh narasumber, diadakan juga sesi sharing mengenai Gempa Bumi lainnya di Jawa Barat yang pernah terjadi oleh beberapa narasumber yang bertugas saat bencana tersebut mengenai gambaran kondisi lapangan hingga kesulitan atau kendala yang dialami selama penanganan bencana tersebut, salah satunya adalah Gempa Cianjur 2022. Sesi pertama ditutup dengan kegiatan ISHOMA yakni makan siang dan salat bersama panitia dan peserta lainnya pada sekitar pukul 12.00 – 13.00 WIB.


Pada sesi kedua, 13.00 – 16.00 WIB, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi grup (FGD) per kabupaten/kota di daerah Sesar Lembang. Sebelum dibagi, terdapat juga pemaparan singka mengenai rencana kontijensi dari berbagai aspek masyarakat, salah satunya adalah aspek kependudukan untuk mengetahui seberapa banyak smber manusia yang dimiliki oleh ke-empat kabupaten/kota di area Sesar Lembang. Padasesi diskusi kelompok, AMP membagi tim menjadi 4 untuk masing-masing dapat masuk kedalam tiap grup untuk mengikuti diskusi yang dilaksanakan.

Kelompok Kabupaten Cimahi diikuti oleh AM Salwa, Kabupaten Bandung oleh AM Novia, Kota Bandung oleh AM Kamil dan AM Zian, dan Kabupaten Bandung Barat oleh Kang Fachril (AMP 2520004 AC) bersama Kang Wimpie yang memimpin sesi diskusi pada kelompok tersebut. Kegiatan pada sesi diskusi grup meliputi analisis bersama mengenai jumlah tenaga medis yang dimiliki masing-masing fasilitas kesehatan swasta dan negeri pada wilayah tersebut, jumlah relawan yang dimiliki, logistik berupa bed berserta tandu dan ruangan yang dimiliki oleh faskes tersebut, sumber yang memungkinkan untuk suplai obat-obatan dan kogistik medis lainnya, dan terakhir analisis bersama mengenai seberapa siap wilayah tersebut dapat menampung dan memberikan pelayanan kesehatan beserta sistem komunikasi yang baik dan cepat untuk pelaksanaannya oleh Kepolisian, TNI, Direktur Rumah Sakit dan tenaga medis dan staff yang dimiliki, serta relawan kebencanaan yang ada. Setelah sesi diskusi kelompok selesai, dilaksanakan juga pemaparan hasil diskusi/analisis oleh masing-masing grup dipimpin oleh perwakilan grup dari masing-masing kabupaten/kota secara bergantikan kepada peserta dan panitia FGD.
Terima kasih, AMP!
Leave a Reply