Kram otot adalah kontraksi otot yang kuat dan tidak disengaja, sering terjadi di paha, betis, kaki, tangan, dan lengan. Selain itu juga dapat muncul di perut atau sepanjang tulang rusuk. Meskipun biasanya tidak berbahaya, kram otot dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk menggunakan otot dalam waktu yang singkat. Kram otot dapat dipicu oleh kelelahan akibat aktivitas berkepanjangan, paparan dingin (hipotermia), panas berlebihan (hipertermia), kadar gula darah rendah (hipoglikemia), atau ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Biasanya, penderita akan mengeluhkan otot atau anggota geraknya terasa tegang/kejang dan sakit bila digerakkan. Penanganan kram otot yang dapat dilakukan meliputi:Istirahatkan bagian tubuh yang mengalami kram.Lakukan peregangan ke arah yang berlawanan (counter-stretch).Identifikasi dan atasi penyebab kram otot.Jika disebabkan oleh kekurangan cairan dan elektrolit, berikan cairan yang mengandung elektrolit seperti minuman olahraga, oralit, atau larutan gula-garam.Jika disebabkan hipotermia atau hipertermia, kembalikan suhu badan menjadi normal.Jika disebabkan oleh hipoglikemia, segera makan gula sederhana.(Ketahui informasi lebih lanjut terkait dehidrasi, hipotermia, hipertermia, dan hipoglikemia di artikel kami yang lain!)Jika kondisi belum membaik, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat yang lebih lengkap.Ada beberapa teknik peregangan otot yang dapat disesuaikan dengan jenis kram otot yang dialami:

A. Otot betis atau paha belakang

    Penderita dapat duduk atau berbaring telentang dengan tungkai diluruskan.Kemudian, telapak kaki ditekan ke arah tungkai dan tahan posisi tersebut selama 3-4 menit atau sampai penderita merasa ototnya rileks dan tidak sakit lagi.

    B. Otot paha bagian depan

    Penderita dapat berbaring telungkup dengan lutut ditekuk. Kemudian, tungkai ditekan ke arah bokong dan tahan posisi tersebut selama 3-4 menit atau sampai penderita merasa ototnya rileks dan tidak sakit lagi.

    C. Otot perut

    Penderita berbaring telentang Penolong meletakkan kedua tangan di bawah punggung penderita dan mengangkat seluruh badan penderita pada daerah perut hingga setinggi sekitar 20 cm dari permukaan tanah.Tahan posisi tersebut selama sekitar 30 detik, lalu turunkan kembali. Ulangi langkah ini sampai penderita merasa otot perutnya menjadi lebih rileks.

    Tentunya, kita dapat mencegah risiko terjadinya kram otot dengan cara sebagai berikut:

    1. Minum air yang cukup setiap hari
    2. Lakukan peregangan otot secara teratur, seperti ketika sebelum berolahraga
    3. Hindari paparan matahari terlalu lama
    4. Makan makanan yang kaya akan magnesium dan kalium

      Referensi

      1. Giuriato G, Pedrinolla A, Schena F, Venturelli M. Muscle cramps: A comparison of the two-leading hypothesis. Journal of Electromyography and Kinesiology. 2018 Aug;41:89–95.    
      2. Noonan B, Bancroft RW, Dines JS, Bedi A. Heat- and Cold-induced Injuries in Athletes: Evaluation and Management. Journal of the American Academy of Orthopaedic Surgeons. 2012 Dec;20(12):744–54.
      3. Swash M, Czesnik D, de Carvalho M. Muscular cramp: causes and management. Eur J Neurol. 2019 Feb 19;26(2):214–21.
      4. Hawke F, Sadler SG, Katzberg HD, Pourkazemi F, Chuter V, Burns J. Non-drug therapies for the secondary prevention of lower limb muscle cramps. Cochrane Database of Systematic Reviews. 2021 May 17;2021(5).
      5. Jahic D, Begic E. Exercise-Associated Muscle Cramp-Doubts About the Cause. Materia Socio Medica. 2018;30(1):67. 

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *