Epistaksis atau pecahnya pembuluh darah di dalam hidung, yang ditandai dengan keluarnya darah dari lubang hidung (mimisan), umumnya disebabkan oleh trauma pada area hidung. Apabila terjadi epistaksis, dapat dilakukan cara sebagai berikut:

  1. Lakukan pemeriksaan awal (jalan napas dan tanda-tanda vital). 
  2. Posisikan korban dalam posisi duduk, namun jika kondisi pasien lemah, boleh setengah duduk atau berbaring dengan kepala ditinggikan. 
  3. Minta korban untuk rileks dan posisikan kepala sedikit terangkat dan condong ke depan (hindari menunduk atau hiperekstensi). 
  4. Tekan kedua cuping hidung ke arah septum dengan jari telunjuk dan ibu jari selama 5-20 menit. 
  5. Beri edukasi kepada korban untuk bernapas melalui mulut. Dapat dilakukan kompres es pada hidung.

Epistaksis dapat dicegah dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Hindari mengorek terlalu dalam. 
  2. Hindari lingkungan dengan udara yang kering dan panas. 
  3. Hindari membuang ingus dengan terlalu keras.

Referensi

  1. Send, T., Bertlich, M., Eichhorn, K. W., Ganschow, R., Schafigh, D., Horlbeck, F., Bootz, F., & Jakob, M. (2021). Etiology, Management, and Outcome of Pediatric Epistaxis. Pediatric emergency care, 37(9), 466–470. https://doi.org/10.1097/PEC.0000000000001698 
  2. Tabassom A, Dahlstrom JJ. Epistaxis. [Updated 2022 Sep 12]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK435997/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *