
Pada rentang tanggal 8 Mei hingga 9 Juni 2023, Divisi Pengajaran Eksternal Atlas Medical Pioneer melaksanakan suatu program yakni memberikan pengajaran gratis bagi siswa-siswi SMA di Kota Bandung mengenai Basic Emergency Training, atau yang disingkat sebagai “BETA”. Sebanyak tiga belas SMA antusias untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik dari mereka-mereka yang tergabung dalam kepecintaalaman, PMR, dan juga organisasi serupa lainnya.
Program BETA ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta pemahaman tentang penanganan kasus gawat darurat yang umum terjadi di sekitar. Adapun materi utama yang diajarkan adalah Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan juga penanganan kasus non trauma. Pemaparan materi dilakukan oleh anggota muda 26 yang tentunya telah mendapatkan pelatihan dan menguasai kedua materi tersebut dengan sangat baik. Sebanyak 4-5 orang anggota muda kemudian ditugaskan untuk mengunjungi SMA-SMA di Kota Bandung, didampingi oleh satu orang mentor dari AMP.
Praktik Bantuan Hidup Dasar pada dasarnya tidak hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis ataupun petugas kesehatan saja. Kejadian kegawatdaruratan yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja membuat masyarakat awam membutuhkan pengetahuan mumpuni untuk setidaknya tahu apa yang harus dilakukan ketika kejadian tersebut terjadi. Pelajar SMA, terutama mereka yang tergabung dalam kegiatan lapangan, seperti kepecintaalaman contohnya, tentu memerlukan pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar maupun juga bagaimana cara mencegah serta menangani kasus non trauma.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kasus-kasus yang sering terjadi dilapangan terutama pada kasus non trauma yang dilakukan secara interaktif dengan menggunakan contoh kasus yang akan dibahas di akhir sesi pematerian. Untuk menambah pemahaman peserta, pemateri mendemonstrasikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dalam BHD, kemudian peserta diberikan kesempatan untuk praktik secara langsung mengenai BHD dengan menggunakan manekin yang telah AMP sediakan.


Penjelasan mengenai teknik Bantuan Hidup Dasar tentunya diberikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pemahaman anak SMA. BHD dilakukan dengan mengikuti prosedur yang dimulai dari Danger untuk memastikan kondisi sekitar dan penolong aman, mengecek respons korban, memanggil pertolongan dengan memanggil ambulan, lalu masuk ke dalam siklus C-A-B yang terdiri dari circulation, airway, dan juga breathing. Masing-masing anggota muda yang ditugaskan menjadi mentor dalam grup kecil sesuai dengan jumlah dari peserta yang ada sehingga praktik bisa dilakukan lebih intensif. Beberapa poin penting dalam siklus BHD, terutama dalam melakukan kompresi juga menjadi salah satu hal yang menjadi daya tarik bagi peserta karena dalam melakukannya dibutuhkan teknik-teknik penting yang tidak bisa sembarangan dilakukan. Hal ini terdiri dari jumlah kompresi yang diberikan, kedalamannya, posisi tangan, maupun juga kecepatan dalam kompresi.
Materi mengenai kasus non-trauma yang diberikan terdiri dari dehidrasi, hipoglikemia, heat exhaustion, heat stroke, maupun juga hipotermia. Pencegahan terhadap kasus-kasus tersebut tentunya lebih ditekankan daripada penanganannya. Penanganan memang penting, akan tetapi, tindakan pencegahan utamanya dilakukan untuk menghindari hal-hal yang lebih berbahaya atau bahkan mengancam jiwa. Kejadian-kejadian medis sederhana seperti pingsan saat upacara maupun saat berkegiatan di alam bebas biasanya bisa disebabkan karena beberapa kasus seperti kekurangan cairan yang menyebabkan dehidrasi, belum mengonsumsi makanan padahal berkegiatan berat yang membutuhkan energi dalam jumlah besar, maupun juga pingsan saat berada di bawah matahari terik yang nantinya akan berhubungan dengan kejadian heat exhaustion atau juga heat stroke.

Ketiga belas SMA yang berhasil diberikan pengajaran menunjukkan antusias yang tinggi dalam belajar dan memahami. AMP berharap bahwa pengajaran eksternal gratis yang diberikan ini dapat memberikan manfaat besar bagi para generasi muda, secara khusus kepada para pelajar SMA di Kota Bandung tentang betapa pentingnya mencegah maupun memberikan penanganan mengenai Basic Emergency Training, terutama dalam kaitannya dengan Bantuan Hidup Dasar dan juga penanganan kasus non trauma
Terima kasih kepada tiga belas SMA di Kota Bandung yang telah antusias dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini:
MA Sinarmiskin, SMA Edu Global, SMA Plus Mutahhari, SMA YWKA Bandung, SMAN 16 Bandung, SMAN 20 Bandung, SMAN 23 Bandung, SMAN 26 Bandung, SMAN 27 Bandung, SMK Dhayana Sakti, SMK PU Negeri Bandung, SMKN 7 Bandung, SMKN 12 Bandung.
Terima kasih AMP!
Leave a Reply