Mendaki gunung merupakan suatu kegiatan yang banyak disukai dan diminati oleh banyak kalangan, mulai dari kalangan muda sampai yang sudah berusia lanjut, terutama orang-orang yang memiliki jiwa petualang. Chris Bonington mengatakan bahwa mendaki gunung berarti melangkah ke ruang ketidaktahuan yang penuh dengan kepastian. Pernyataan ini memiliki arti bahwa mendaki gunung sama halnya dengan menantang bahaya yang setiap saat dapat membahayakan fisik maupun mental pendakinya. Namun, tantangan alam yang keras sepeerti inilah yang justru menjadi daya Tarik tersendiri bagi orang-orang yang memiliki jiwa petualang. Sampai saat ini, sudah banyak pendaki gunung yang mengalami cedera akibat kecelakaan ketika melakukan pendakian, bahkan tidak sedikit yang meninggal atau menghilang.1

Sehubungan dengan hal tersebut, terdapat persyaratan yang harus dikuasi sebelum mendaki gunung, yaitu1:
- Memiliki kondisi fisik dan mental yang baik. Para pendaki harus memiliki kemampuan fisik dan mental yang prima, seperti dengan memiliki tidur yang cukup seminggu sebelum mendaki gunung, mengosumsi vitamin, dan melatih otot kaki (lari pagi atau sore hari) secara rutin.

- Memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai mendaki gunung, seperti membaca peta, menggunakan kompas, mendirikan tenda, mendapatkan air bersih, memasak, P3K, dan sebagainya.
- Melakukan perencanaan yang baik dan rinci. Hal ini mencakup rute perjalanan, pos perhentian, dan sebagainya.

- Menggunakan dan membawa alat-alat yang mendukung kegiatan mendaki. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mencegah terjadinya cedera pada tubuh.

Ketika mendaki gunung, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah menggunakan dan membawa alat-alat yang lengkap. Alat-alat yang dapat digunakan ketika mendaki gunung adalah2:
- Baju lengan panjang
- Celana panjang
- Sepatu dan sandal gunung
- Kaos kaki
- Topi
- Sarung tangan
- Jaket gunung dengan fitur waterproof
Sementara itu, alat-alat yang dapat dibawa ketika mendaki adalah2:
- Alat navigasi seperti kompas, peta, serta GPS.
- Air di bawa dalam botol yang tidak terlalu memakan tempat.
- Membawa makanan yang bisa menjadi sumber energi selama naik gunung.
- Senter atau headlamp dan baterai cadangan.
- Alat proteksi diri dari matahari seperti topi, sunglasses, dan tabir surya.
- Obat-obatan pertolongan pertama, seperti cairan antiseptik, minyak kayu outih, obat tetes mata, perban elastis, gunting, plester luka, kapas dan kasa steril, dan perban gulung.
- Multi-tool atau pisau serbaguna.
- Ponsel atau alat komunikasi lainnya.
- Kantong tahan air untuk menyimpan berbagai barang elektronik.
- Ransel atau tas carrier dengan fitur waterproof atau tahan air.
- Tenda, matras, sleeping bag.
- Trash bag.
- Jas hujan.
- Kompor dan peralatan memasak.
- Bahan masakan.
- Pakaian ganti.
- Plastik cadangan.
- Obat-obatan pribadi, seperti obat sakit kepala (contoh: paracetamol), obat maag (contoh: antasida), obat alergi (contoh: cetirizine), dan obat flu dan batuk.
Penting halnya untuk mengetahui dan mempersiapkan hal-hal di atas dalam mendaki gunung. Apabila peralatan, pakaian, ataupun persyaratan yang sudah disebutkan tidak dipahami dan dilakukan dengan baik, ada hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat terjadi. Sebagai contoh, ketika pendaki jarang berolahraga dan tidak memiliki kondisi fisik yang baik saat mendaki gunung maka cedera dapat terjadi, seperti terkilir. Lalu kondisi kesehatan lain, seperti bullae dan luka terbuka dapat terjadi ketika pakaian yang digunakan tidak sesuai.
Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terkilir:
- Menggunakan sepatu yang sesuai
- Berhati-hati saat berjalan
- Pilih jalan dengan permukaan yang rata
- Hindari tempat berbahaya (jalan berbatu dan licin)
- Jika matahari sudah terbenam pastikan menggunakan headlamp atau senter

Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah bullae:
- Memakai sepatu dengan ukuran sesuai
- Memakai kaos kaki yang tebal

Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah luka terbuka:
- Menggunakan pakaian lapangan yang lengkap untuk melindungi tubuh
- Fokus dan berhati-hati saat berkegiatan

Persiapan mendaki gunung sangatlah penting untuk dilakukan agar kegiatan mendaki dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama untuk mencegah kemungkinan masalah kesehatan yang dapat terjadi.
Daftar Pustaka
1. Sukarmin Y. Persiapan Fisik Bagi Pendaki Gunung: Sebuah Alternatif Pencegahan Kecelakaan. J Cakrawala Pendidik. 1995;1(1):91–102.
2. RM A. Persiapan naik gunung yang perlu diperhatikan pendaki pemula [Internet]. Blog. 2022 [cited 2023 Feb 13]. Available from: https://blog.eigeradventure.com/persiapan-naik-gunung/
3. 10 peralatan memasak yang wajib dibawa saat camping [Internet]. Tribunkaltim Travel. [cited 2023 Feb 14]. Available from: https://tribunkaltimtravel.tribunnews.com/2020/11/19/10-peralatan-memasak-yang-wajib-dibawa-saat-camping
4. Nugroho A. 4 jalur pendakian gunung sindoro dan estimasi biaya [Internet]. IhateGreenJello.com. 2019 [cited 2023 Feb 14]. Available from: https://ihategreenjello.com/jalur-pendakian-gunung-sindoro/
5. AKDSEO. Peralatan pendakian gunung paling penting [Internet]. Kampung Tridi. 2021 [cited 2023 Feb 14]. Available from: https://kampungtridi.com/peralatan-pendakian-gunung.html
6. Keseleo [Internet]. Alodokter. 2016 [cited 2023 Feb 14]. Available from: https://www.alodokter.com/keseleo
7. 5 masalah kaki diabetes, harus hati-hati dengan kapalan dan bisul – semua halaman – grid health [Internet]. [cited 2023 Feb 14]. Available from: https://health.grid.id/read/352712252/5-masalah-kaki-diabetes-harus-hati-hati-dengan-kapalan-dan-bisul
8. 6 cara cepat menyembuhkan luka agar tidak iritasi [Internet]. SehatQ. [cited 2023 Feb 14]. Available from: https://www.sehatq.com/artikel/bukan-disiram-alkohol-ini-cara-cepat-menyembuhkan-luka-dengan-benar
Leave a Reply