Penulis : Rizky Ilham (AMP 2622003 RK), Abdul Aziz, S.Ked. (AMP 2622024 RK), Nadira Zahidah, S.Ked. (AMP 2622025 RK), Vanessa Ettenia, S.Ked. (AMP 2622046 RK)
Editor : Saffanah Indira, S.Ked. (AMP 2622041 RK)

Pada 28 Desember 2023 sampai dengan 4 Januari 2024 telah dilaksanakan kegiatan bantuan medis GPA SMA Negeri 2 Bandung di Situ Lembang. Sejak lama, GPA menjadi salah satu sispala yang sering bekerja sama dengan AMP. Kegiatan bantuan medis kali ini dilaksanakan selama 8 hari dan diikuti oleh 4 tim bantuan medis AMP.
Shift pertama pada tanggal 28-29 Desember dimulai dengan long march dari SMAN 2 Bandung hingga ke Situ Lembang. Perjalanan berlangsung cukup lama, yaitu dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB malam hari. Kegiatan long march ini memicu terjadinya beberapa kasus lapangan berupa kram otot, dehidrasi, dan hipokalsemia. Penanganan dilakukan di tempat dengan pemberian obat, rehidrasi, dan tentunya yang terpenting edukasi agar keluhan tidak terulang selama perjalanan. Setelah sampai di lokasi bivak malam, dilakukan pengecekan kesehatan kepada seluruh siswa sebelum tidur di tenda. Setelah itu, sebelum beristirahat siswa diarahkan pelatih untuk mengganti pakaian. Hal ini penting untuk menjaga siswa dari kondisi medis yang tidak diinginkan, seperti hipotermia.Keesokan paginya, para siswa melakukan bivak pagi, olahraga, dan jurit tangkas. Kegiatan hari kedua diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis AMP sekaligus pergantian shift.


Shift 2 berlangsung selama 3 hari pada tanggal 29-31 desember 2023. Kegiatan yang paling menjadi perhatian tim medis yaitu survival individu dimana seluruh siswa membuat shelter alam masing-masing yang akan digunakan untuk tidur mereka. Tim medis AMP dan pelatih GPA berkoordinasi kembali dalam mengupayakan pencegahan hipotermia dengan mencegah siswa tidur dengan pakaian basah. Sebelum siswa tidur, tidak lupa dilakukan cek medis kembali.
Pada pukul 00.00 WIB, komandan bivak dari GPA mendatangi kami dan mengabarkan terdapat beberapa siswa yang suhunya dibawah 35 celcius. Kami langsung mendatangi area bivak siswa dan melakukan pengecekan kondisi. Kami melakukan penanganan kepada dua siswa yang mengalami hipotermia ringan.
Pada hari selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyebrangan basah. Kejadian tidak diduga terjadi ketika salah satu siswa selesai melaksanakan penyebrangan basah. Siswa tersebut mendadak terjatuh dan pingsan sesaat. Setelah sadar siswa tersebut terbaring lemah dan merasa pusing berat jika duduk atau berdiri. Tim medis AMP langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan pada siswa yang sempat pingsan. Berdasarkan penilaian kami siswa mengalami hipokalsemia dengan tanda khas chvostek sign dan trousseau sign.

Shift 3 dimulai ketika para siswa GPA melakukan tidur kalong. Tidur kalong merupakan tidur di atas dahan pohon sehingga para siswa terkena langsung oleh angin dan dinginnya malam. Hampir seluruh siswa mengalami hipotermia ringan karena saat itu sedang musim hujan ditambah dengan lokasi Lembang yang cukup dingin. Tim medis AMP melakukan pengecekan setiap 1 jam sekali untuk melihat apakah adanya penurunan kesadaran dari siswa. Tim GPA pun menyediakan air hangat untuk diberikan setiap 1 jam sekali.
Keesokan harinya dilanjutkan dengan GPA mental baja yang melibatkan kegiatan fisik yang cukup berat. Selama kegiatan, terjadi beberapa kasus seperti trauma telinga, luka memar, tension type headache, dan spasm pada kaki. Kegiatan hari ini ditutup dengan check medis dan menemani para siswa ke tempat bivak untuk memastikan bivak alam mereka dalam kondisi layak sebagai pencegahan hipotermia.

Hari terakhir pendidikan dasar GPA merupakan hari terberat yang ditempuh para siswa. Pada hari itu mereka melaksanakan long march lebih jauh dari hari pertama. Perjalanan dimulai dari pukul 11.00 WIB. Selama perjalanan, para siswa tidak pernah berhenti bernyanyi. Seorang siswa mengeluh kesakitan di kakinya. Siswa ini merupakan yang sebelumnya mengeluhkan kakinya karena bullae. Pada akhirnya, tim medis AMP memberikan satu tablet obat analgetik untuk mengurangi rasa nyeri.
Dengan semangat yang membara, siswa-siswa GPA berjalan dengan sangat cepat. Para siswa semakin semangat bernyanyi, mengetahui bahwa dirinya akan segera dilantik tidak lama lagi. Ketika sampai di pertigaan lampu merah Cihampelas dan Baksil, siswa mulai berlari ditemani pelatih-pelatih yang sudah bersiap. Tradisi ini sudah berjalan dari pendidikan sebelumnya. Momen haru dan tangis mengiringi prosesi pelantikan Anggota Muda GPA XXXVII. Shift 4 Tim Bantuan Medis AMP ditutup dengan presentasi kasus selama kegiatan pendidikan kepada orang tua anggota muda.

Terima kasih, AMP!

Leave a Reply