Serangga dapat ditemukan hampir di semua wilayah permukaan bumi, baik itu di daratan, udara, di perairan tawar, atau bahkan sebagai parasit pada organisme lainnya. Penggunaan istilah “gigitan serangga” biasanya merujuk pada gigitan dan sengatan yang ditimbulkan oleh anggota filum Arthropoda. Arthropoda memiliki karakteristik tubuh dan kaki yang berbuku-buku atau bersegmen dan memiliki eksoskeleton. Arthropoda dikategorikan kembali menjadi empat kelas:

  • Chilopoda: kelabang
  • Diplopoda: kaki seribu
  • Insecta: Hymenoptera (lebah, tawon, lebah dan semut api), nyamuk, kutu busuk, kutu, kutu, kumbang, ulat dan ngengat, dan serangga berciuman
  • Arachnida: laba-laba, kalajengking, tungau, dan kutu

Gejala yang biasanya muncul apabila seseorang terkena sengatan atau gigitan serangga, di antaranya:

  • Terdapat pembengkakan di area sengatan atau gigitan
  • Timbul sensasi nyeri yang intens dan terasa seperti terbakar
  • Muncul kemerahan

Gejala ini umumnya bersifat sementara dan akan menghilang dalam beberapa jam. Bagi sebagian orang, dampaknya mungkin tidak berbahaya. Namun, bagi beberapa orang yang sensitif, mereka dapat mengalami respons alergi terhadap racun serangga tersebut. Respon alergi terhadap sengatan atau gigitan serangga bisa bersifat sistemik atau menyeluruh pada sistem tubuh. Reaksi sistemik yang serius dan berpotensi mengancam nyawa ini dikenal sebagai anafilaksis.

Kebanyakan luka akibat gigitan dan sengatan serangga bisa ditangani menggunakan perawatan sederhana seperti:

  • Membersihkan luka dengan sabun dan air
  • Memastikan vaksin tetanus terbaru sesuai kebutuhan
  • Menggunakan kompres es
  • Meninggikan bagian yang bengkak jika ada
  • Meredakan rasa sakit dengan acetaminophen atau NSAID
  • Segera bawa ke rumah sakit apabila terdapat tanda-tanda anafilaksis
    • Kritis: Gangguan pernapasan, hipotensi, nyeri perut parah, pembengkakan intraoral
    • Akut: Pembengkakan wajah/leher, urtikaria umum, muntah/nyeri perut, nafas

wheezing, perlu diberikan epinephrine sebelum 4 jam

  • Mendesak: Perlu diberikan epinephrine setelah 4 jam
    • Tidak Mendesak: Tidak ada paparan yang diketahui, urtikaria umum, tidak ada gejala lain

Tindakan terpenting dalam mengurangi dampak klinis dari gigitan dan sengatan serangga adalah melakukan pencegahan sedini mungkin sebagai berikut:

  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
  • Menggunakan lotion anti serangga atau repellent yang memiliki kandungan DEET
  • Memakai pakaian yang tertutup
  • Hindari pakaian berwarna gelap
  • Jauhi sarang serangga
  • Menggunakan kelambu saat tidur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *