Penulis: Kevin Arya Prayoga (AM 26026), Editor: Rafalya Masyitha (AM 26045)
Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari terutama yang melibatkan aktivitas fisik, akan selalu ada risiko untuk terjadinya cedera. Cedera yang terjadi dapat berdampak pada keseharian hidup manusia. Salah satu anggota tubuh yang paling sering mengalami cedera adalah sendi pada bagian pergelangan kaki. Cedera ini dapat terjadi akibat adanya pergerakan mendadak dari pergelangan kaki baik ke arah dalam maupun luar yang menyebabkan robeknya serabut ligament pada pergelangan kaki atau yang biasa juga dikenal dengan kejadian terkilir. 1
Terkilir pada bagian pergelangan kaki merupakan salah satu cedera yang paling sering ditemui pada orang-orang khususnya pada orang yang rutin berolahraga seperti atlet. Cedera ini berbeda dengan cedera akibat aktivitas fisik lainnya dimana cedera dihasilkan oleh tekanan tingkat rendah yang berulang dalam jangka waktu yang lama.1 Terkilir sendiri ditimbulkan oleh gerakan membelok mendadak dari ke salah satu bagian sisi pada bagian pergelangan kaki itu sendiri. Ketika pergelangan kaki berbelok/melipat ke salah satu sisi, terdapat ligamen yang berfungsi untuk menahan pergelangan kaki agar membatasi gerakan lipatan/belokan dari pergelangan kaki tersebut. Namun pada saat terkilir, pergelangan kaki mendapatkan gerakan melipat/belokan dengan tekanan tinggi secara tiba-tiba yang menyebabkan ligamen penahan tersebut robek dan menyebabkan rasa nyeri.1

Sumber: sutterstock.com/vectormine
Setelah seseorang mengalami terkilir, biasanya mereka akan mengeluhkan rasa sakit yang disertai dengan adanya bengkak berwarna keunguan dan sensasi hangat pada sendi yang terkilir. Hal ini disebabkan oleh karena adanya robekan pada ligament sendi yang terkilir yang mengakibatkan banyaknya aliran darah menuju ke sendi tersebut. Banyaknya aliran darah inilah yang menyebabkan adanya bengkak berwarna keunguan pada sendi yang cedera tersebut. 2
Cedera pada ligament yang dialami seseorang tentu dapat mengakibatkan penurunan kualitas aktivitas kehidupan sehari-hari orang tersebut, maka dari itu dianjurkan untuk segera melakukan perawatan cedera dengan melakukan PRICE, yaitu Protection, Rise, Ice, Compression, dan Elevate. Penatalaksanaan ini memiliki tujuan untuk mengurangi pembengkakan serta nyari yang ditimbulkan akibat cedera.3
1. Protection
Proteksi atau perlindungan penting dilakukan untuk menjaga daerah cedera agar tidak bertambah parah. Proteksi dapat mencegah terjadinya kejadian berulang dengan cara mengimobilisasi sendi yang terkilir. Caranya, dilakukan dengan menggunakan alat bantu jalan atau dengan menggunakan joint support seperti ankle maupun knee support.
2. Rest
Mengistirahatkan bagian yang terkilir penting agar korban tidak memperparah sendi yang terkilir sekaligus untuk mempercepat proses penyembuhan dari sendi yang terkilir itu sendiri
3. Ice

Penggunaan es selain berfungsi sebagai antinyeri, juga bisa mengurangi kerusakan sel yang terjadi akibat keseleo. Kompres es dapat dilakukan dengan menggunakan ice pack, cold gel pack atau es yang dimasukan ke dalam plastik. Atau jika kita tidak memiliki es, kita dapat mengompres dingin sendi yang terkilir dengan air dingin yang dimasukan ke dalam botol plastik. Nantinya, es maupun air dingin tersebut diletakkan pada anggota gerak yang cedera. Penggunaan es dilakukan segera setelah cedera dengan durasi selama 20-30 menit dan diulang setiap 2 jam.
4. Compression

Kompresi atau tekanan ditujukan untuk mengurangi perdarahan dan peradangan yang terjadi setelah cedera. Caranya, dilakukan dengan menggunakan perban elastis dengan ukuran dan cara membalut yang sesuai lokasinya. Pemasangan perban elastis untuk kompresi harus memberikan tekanan yang cukup, tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar.
5. Elevation

Dengan melakukan teknik PRICE ini kita dapat mencegah agar bagian sendi yang terkilir tidak menjadi semakin parah dan juga mempercepat penyembuhan dari cedera yang kita alami. Jangan sampai bagian sendi yang terkilir justru menjadi semakin parah dan menghambat aktivitas sehari-hari kita. Maka dari itulah penting bagi kita untuk mengetahui teknik ini, karena your musculoskeletal trauma is worth the PRICE!
Terima kasih AMP!
Daftar Pustaka
1. Hady J, A., (2019). Metode Simulasi Kegawatdaruratan Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan dalam Penanganan Kegawatdaruratan pada SMP Negeri 2 Galesong. Jurnal Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makasar, 10(01), 59-66
2. Rifai. Akhmad, Sugiyarto (2022). Penatalaksanaan Cedera Muskuloskeletal pada Korban Kecelakaan Melalui Simulasi Evaluasi pada Masyarakat Awam. Jurnal Keperawatan Poltekkes Kemenkes Surakarta. https://media.neliti.com/media/publications/472963-none-9f7bb881.pdf 3.
3. Sri Sumartinginsih. (2012). Cedera Keselo pada Pergelangan Kaki (Ankle Sprains). Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia. Vol.2 Ed.1 ISSN:2088-6802
Leave a Reply