
Atlas Medical Pioneer bukan hanya wadah untuk anggotanya untuk mengasah kemampuan alam, tetapi kemampuan medis juga. AMP sering kali mendapat tawaran berupa medis, salah satunya untuk melaksanakan khitan. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan Anggota Muda yang nantinya akan menjadi AMP, upgrading dan observasi khitan dilaksanakan. Sebelum mengikuti upgrading dan observasi, para Anggota Muda XXV sudah mendapat ilmu teori melalui pengajaran mengenai tata cara sirkumsisi secara online melalui Zoom Meeting.
Pada Rabu, 18 November 2020, AM XXV melaksanakan upgrading khitan. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memberikan pengajaran dan melatih Anggota Muda XXV Atlas Medical Pioneer dengan harapan sebagai bekal untuk menjadi asisten sirkumsisi/khitan maupun sebagai operator khitan nantinya. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Teh Millata Azma (AMP 2418014 NW).. Pada upgrading ini, anggota muda mempraktikkan langsung tata cara sirkumsisi dengan teknik dorsumsisi dengan menggunakan leher ayam. Satu prosedur dilakukan oleh 3 orang yang terdiri dari operator, asisten 1, dan asisten 2 secara bergiliran agar setiap anggota muda.

Sabtu, 5 Desember 2020, AMP mengadakan observasi khitan untuk belajar dan menambah ilmu. Kegiatan ini dilakukan di Klinik Pratama Amelia Medika milik Kang Dliyauddin Fachri, dr. (AMP 2214032 RH). Dalam melakukan proses sirkumsisi atau khitan dibutuhkan 1 operator, 1 asisten 1, dan 1 asisten 2.
Tugas operator sebagai pemimpin operasi sedangkan asisten 1 membantu kerja operator di area steril. Kami ikut dalam sirkumsisi sebagai asisten 2 sembari melakukan pengamatan bagaimana cara yang baik dan benar untuk khitan. Dimulai dari tindakan aseptik dengan memberikan povidone iodine di area sekitar penis. Kemudian dilanjutkan dengan anestesi yang mana dikombinasi antara teknik blok dan infiltrasi. Setelah itu dilanjutkan dengan melepas perlengketan preputium dan membersihkan smegma.

Kemudian prosesi khitan menggunakan alat kauter atau biasa dikenal dengan sunat laser. Kauter merupakan alat yang yang dapat mengalirkan arus listrik melalui kawat eletroda yang salah satu fungsinya adalah memotong jaringan. Setelah kauterisasi, jika ada pendarahan dapat dihentikan terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan penjahitan penis pada jam 12, 3, 6, dan 9. Terakhir, jangan lupa untuk memberikan resep obat dan edukasi kepada pasien.

Lalu, Kamis, 10 Desember 2020, 2 anggota muda berkesempatan untuk melakukan asistensi khitan atau sirkumsisi. Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Pratama Amelia Medika milik Kang Dliyauddin Fachri, dr. (AMP 2214032 RH). Kegiatan ini disupervisi oleh anggota AMP, yaitu Kang Dliyauddin Fachri, dr. (AMP 2214032 RH) sebagai operator khitan dan Teh Muna Nabila, dr. (AMP 2316013 GV) sebagai asisten 1 khitan. Teknik yang digunakan pada prosedur khitan kali ini adalah dengan menggunakan klem sehingga tidak diperlukan jahitan seperti pada teknik dorsumsisi. Pada kegiatan ini, anggota muda berkesempatan untuk belajar dengan mengamati langsung prosedur khitan yang selanjutnya juga dijelaskan secara rinci oleh Kang Fachri dan Teh Muna.
Kegiatan berlangsung lancar dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan ini merupakan pengalaman yang berharga untuk para Anggota Muda XXV yang merupakan mahasiswa tahun 2 & 3.
Terima kasih, AMP!
Leave a Reply